PeristiwaUngkap

OTT Guncang Muara Enim: Kholizul Tamhulis Terseret, Skandal Proyek Irigasi Terbongkar? Muara Enim

Muara Enim

OTT Guncang Muara Enim: Kholizul Tamhulis Terseret, Skandal Proyek Irigasi Terbongkar?
Muara Enim – Penangkapan anggota DPRD Kabupaten Muara Enim, Kholizul Tamhulis, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan benar-benar mengguncang publik. Wakil rakyat dari Dapil V itu diamankan bersama anak kandungnya, Raga Alan Sakti, terkait dugaan gratifikasi proyek irigasi Air Lemutu di Kecamatan Tanjung Agung.
Kasus ini bukan sekadar soal individu. Ini tamparan keras bagi wajah legislatif Muara Enim.
Proyek Rakyat, Dugaan Main Proyek
Informasi yang berkembang menyebut dugaan penerimaan hadiah, janji, atau suap dalam kegiatan pengembangan jaringan irigasi Ataran Air Lemutu pada Dinas PUPR Muara Enim Tahun Anggaran 2025.

Jika benar ada praktik “jatah proyek” atau pengondisian pemenang tender, maka ini bukan lagi persoalan pribadi. Ini indikasi kuat adanya pola permainan proyek yang merugikan rakyat.
Irigasi adalah urat nadi pertanian. Ketika proyeknya diduga dijadikan ajang transaksi gelap, maka yang dikorbankan adalah petani dan masyarakat kecil.
Baru Dilantik, Sudah Tersandung
Kholizul merupakan kader Partai Golkar yang pada Pileg 2024 meraih 3.027 suara dan resmi dilantik 27 September 2024. Belum genap dua tahun menjabat, ia sudah terseret pusaran kasus hukum.
Publik pun bertanya keras:
Apakah ini murni tindakan pribadi?
Ataukah bagian dari sistem pembagian proyek yang lebih besar dan terstruktur?
Kuasa hukumnya menyebut kliennya bisa saja menjadi korban dari dugaan pengaturan tender oleh pihak eksekutif. Namun bila memang ada praktik sistemik, penegak hukum tidak boleh berhenti pada satu nama.
Media Kharisma Nusantara.com: Bongkar Sampai Akar
Media Kharisma Nusantara.com menegaskan, kasus ini tidak boleh berhenti pada satu tersangka saja apabila ditemukan indikasi keterlibatan pihak lain. Jika ada pengondisian tender, intervensi jabatan, atau permainan anggaran, semuanya harus diungkap terang.
Jangan sampai OTT hanya menjadi sensasi sesaat tanpa pembenahan sistem.
Penegakan hukum harus menyentuh seluruh mata rantai, baik legislatif maupun eksekutif, jika memang terbukti terlibat.
Isu SARA Jangan Dijadikan Komoditas
Di tengah kasus ini, muncul narasi yang menyeret suku tertentu dengan tudingan “banyak korup”. Pernyataan seperti itu berbahaya dan berpotensi memecah belah masyarakat.
Korupsi adalah persoalan individu dan sistem, bukan persoalan suku atau identitas.

.
Kini semua mata tertuju pada Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan.
Masyarakat Muara Enim menunggu langkah tegas dan transparan. Jika memang ada praktik bancakan proyek di balik irigasi Air Lemutu, maka hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu.
Rakyat tidak butuh pencitraan.
Rakyat butuh keadilan.edaksi.kharisma Nusantara.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button