Konsolidasi Enam SPPG di Parakansalak, MBG Matangkan Strategi Ramadan dan Perkuat Dampak Ekonomi Lokal.

SUKABUMI – Komitmen menghadirkan gizi berkualitas bagi masyarakat terus diperkuat. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, menggelar konsolidasi strategis bersama enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Selasa (17/2/2026).
Langkah ini menjadi penanda keseriusan seluruh elemen dalam memastikan program tetap berjalan optimal, khususnya menjelang bulan suci Ramadan.
Kegiatan yang diinisiasi Paguyuban Mitra SPPG Kecamatan Parakansalak ini melibatkan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) serta enam SPPG, yakni SPPG Bojongasih, Bojonglongok 1, Bojonglongok 2, Bojonglongok 3, Sukakersa, dan Lebaksari.
Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum penting membangun sinergi lintas sektor demi memperkuat fondasi pelaksanaan MBG agar semakin tepat sasaran dan berkelanjutan.
Koordinator SPPG Kecamatan Parakansalak, Imam Faisal Arizwani, menjelaskan bahwa konsolidasi kali ini difokuskan pada pematangan mekanisme penyaluran MBG selama Ramadan. Penyesuaian pola distribusi dan menu menjadi perhatian utama agar program tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.
“Kita menuju bulan suci Ramadan, sehingga mekanisme penyaluran harus disepakati bersama. Menu yang akan dibagikan berupa makanan kering dan dibawa pulang oleh penerima manfaat untuk dikonsumsi saat berbuka puasa,” terang Faisal.
Ia juga menyampaikan bahwa operasional dapur MBG untuk sementara dihentikan mulai 16 hingga 22 Februari 2026 dan akan kembali berjalan pada 23 Februari 2026 hingga ada informasi lanjutan. Selama masa jeda tersebut, sekitar 16 ribu penerima manfaat di seluruh Kecamatan Parakansalak untuk sementara tidak menerima pengiriman.
Lebih jauh, konsolidasi turut membahas rencana penambahan dapur MBG. Saat ini, dua dapur baru tengah memasuki tahap persiapan di wilayah Pajagan dan Walagri, sementara satu dapur lainnya masih dalam tahap wacana. Namun demikian, evaluasi rutin tetap menjadi prioritas guna menjaga efektivitas program serta memastikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Evaluasi kami lakukan setiap bulan untuk memastikan program ini benar-benar efektif dan memberi manfaat maksimal,” tambah Faisal.
Di tempat yang sama, Ketua Asosiasi Pengusaha dan Pengolah Dapur MBG Kabupaten Sukabumi, Pilbi Rinjani, menegaskan bahwa konsolidasi ini sejalan dengan target nasional dalam mendukung program Badan Gizi Nasional yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Konsolidasi ini bagian dari upaya bersama menyukseskan program MBG. Tentu langkah ini melibatkan seluruh leading sector di Kecamatan Parakansalak,” ujarnya.
Tak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, MBG juga diarahkan menjadi penggerak ekonomi lokal. Setiap dapur MBG didorong untuk melibatkan pelaku UMKM serta kelompok tani di wilayah setempat. Dengan demikian, program ini diharapkan mampu menciptakan efek berganda—meningkatkan kualitas gizi sekaligus memperkuat roda perekonomian masyarakat.
“Setiap dapur diarahkan membina dan melibatkan UMKM serta kelompok tani. Program ini tidak boleh berhenti pada pemenuhan gizi saja, tetapi juga harus berdampak pada kesejahteraan ekonomi warga,” jelas Pilbi.
Terkait wacana pembukaan dapur baru, paguyuban menyatakan sikap hati-hati. Stabilitas penerima manfaat menjadi pertimbangan utama agar tidak terjadi gangguan dalam distribusi maupun kualitas layanan. Sebagai bentuk aspirasi, paguyuban berencana menyampaikan surat kepada Direktorat Sistem Tata Kelola Badan Gizi Nasional.
“Kami ingin menjaga stabilitas dapur yang sudah berjalan. Semua keputusan ada di pemerintah, namun kami berharap kebijakan yang diambil mempertimbangkan kondisi riil di lapangan,” tambahnya.
Konsolidasi ini menjadi bukti bahwa keberhasilan MBG tidak hanya bergantung pada kebijakan pusat, tetapi juga pada kekompakan dan koordinasi di tingkat kecamatan. Dengan kolaborasi yang terbangun kuat, program MBG di Parakansalak diharapkan terus berkelanjutan, tepat sasaran, serta menjadi bagian dari ikhtiar besar menuju Indonesia Emas 2045.
Dede




