
KharismaNusantara.com | Semendo, 13 Februari 2026 —
Jalan baru yang dibangun di wilayah Semendo kembali memakan korban. Sebuah mobil dilaporkan terjungkal dan terbalik ke jurang pada Jum,at malam (13/02/2026), menambah panjang daftar kecelakaan di jalur yang sejak awal menuai kritik warga karena desainnya yang dinilai ekstrem dan berbahaya.
Insiden terjadi di salah satu titik tanjakan curam yang memiliki kemiringan tajam dan berada tepat di sisi jurang. Hingga kini, ruas tersebut belum dilengkapi pagar pengaman (guardrail), rambu peringatan, maupun penerangan jalan yang memadai. Kondisi ini membuat pengendara praktis tidak memiliki ruang penyelamatan saat kendaraan kehilangan kendali, terutama pada malam hari atau saat cuaca buruk.
“Ini bukan kejadian pertama. Jalan ini sudah sering makan korban. Tanjakannya terlalu menebing, sedikit saja salah, mobil bisa langsung masuk jurang,” ujar seorang warga yang ikut membantu proses evakuasi.
Evakuasi Swadaya, Minim Respons Awal
Berdasarkan pantauan di lapangan, kendaraan ditemukan dalam kondisi terbalik dengan roda berada di atas. Bagian bodi mobil mengalami kerusakan berat, menandakan kerasnya benturan. Evakuasi awal dilakukan secara swadaya oleh warga sekitar menggunakan peralatan seadanya, sebelum akhirnya petugas datang ke lokasi.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan serius terkait kesiapsiagaan dan sistem mitigasi risiko kecelakaan di jalur tersebut, mengingat jalan itu merupakan akses baru yang seharusnya sudah memenuhi standar keselamatan sejak awal pembangunan.
Sorotan pada Perencanaan dan Pengawasan Proyek
Warga secara terbuka mempertanyakan kualitas perencanaan teknis serta pengawasan proyek jalan baru ini.
Menurut mereka, pembangunan terkesan dikebut tanpa kajian keselamatan yang matang, khususnya di wilayah perbukitan dan rawan jurang seperti Semendo.
“Kalau memang ini jalan baru, seharusnya lebih aman dari jalan lama. Tapi kenyataannya justru lebih berbahaya. Jangan tunggu korban jiwa baru bergerak,” kecam warga lainnya.
Beberapa warga bahkan menduga tidak adanya audit keselamatan jalan (road safety audit) sebelum ruas tersebut difungsikan secara penuh.
Desakan Evaluasi Total
Masyarakat Semendo mendesak Pemerintah Kabupaten Muara Enim bersama Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap desain jalan tersebut. Evaluasi diminta mencakup kemiringan tanjakan, radius tikungan, kekuatan badan jalan, serta kewajiban pemasangan pengaman permanen di seluruh titik rawan kecelakaan.
Warga juga meminta agar jalur tersebut tidak dibiarkan beroperasi normal sebelum standar keselamatan dipenuhi, guna mencegah jatuhnya korban berikutnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Muara Enim maupun Dinas PUPR terkait insiden tersebut dan langkah konkret yang akan diambil.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak terkait sesuai dengan UU Pers No. 40 Tahun 1999




