
Sukabumi – Kharisma nusantara.com
Subuh yang seharusnya menjadi awal perjuangan mencari nafkah berubah menjadi mimpi buruk berdarah di wilayah Sukabumi. Seorang warga berinisial F menjadi korban kebrutalan begal bersenjata tajam di Jalan Pakuwon, Parungkuda, Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 03.30 WIB.
Korban yang hendak menuju Pasar Parungkuda bersama istrinya tiba-tiba dipepet pelaku yang mengendarai Yamaha Vixion warna biru. Tanpa ragu, pelaku mengacungkan golok panjang dan melakukan pengejaran.
Korban berusaha menyelamatkan diri dengan menarik gas. Namun pelaku terus memburu hingga akhirnya bacokan mengenai punggung kanan korban. Tak hanya itu, motor korban ditendang hingga terjatuh bersama istrinya. Dalam kondisi terluka dan tak berdaya, sepeda motor Honda Vario putih bernopol F 2995 OQ milik korban langsung dibawa kabur.
Jalur Rawan, Patroli Dipertanyakan
Aksi sadis ini terjadi di jalur yang dikenal minim penerangan dan sepi pengawasan pada jam-jam rawan. Warga mempertanyakan intensitas patroli keamanan di rentang waktu dini hari, yang kerap menjadi celah bagi pelaku kejahatan jalanan.
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit dan kini dalam kondisi membaik serta menjalani pemulihan di rumah. Namun trauma dan keresahan warga belum pulih.

Masyarakat Minta Tindakan Nyata
Peristiwa “Subuh Berdarah” ini menjadi alarm keras bagi aparat penegak hukum. Warga mendesak peningkatan patroli rutin pada pukul 02.00–05.00 WIB, pengawasan titik rawan, serta penindakan tegas terhadap pelaku begal yang semakin berani dan brutal.
Subuh adalah waktu ibadah dan awal mencari rezeki — bukan waktu untuk dihantui golok dan ancaman maut. Keamanan warga harus menjadi prioritas utama sebelum jatuh korban berikutnya.
Dede




