Uncategorized
Polemik Pengurus Masjid Siti Umi Hasanah Berujung Pemilihan Ulang, Mat Rodi Bantah Isu Penggelapan Kas

Kharismanusantara | MUARA ENIM — Polemik internal kepengurusan Masjid Siti Umi Hasanah, Desa Pulau Panggung, Kecamatan Semende Darat Laut (SDL), Kabupaten Muara Enim, berujung pada pemilihan ulang ketua dan kepengurusan masjid.
Persoalan tersebut mencuat setelah terjadi perbedaan pandangan di antara pengurus terkait pengelolaan kas dan pelaksanaan sejumlah kegiatan masjid.
Mantan Ketua Masjid Siti Umi Hasanah, Mat Rodi, mengungkapkan, persoalan mulai terasa ketika pengurus melaksanakan pembangunan tempat wudu.
Menurut Mat Rodi, saat itu terjadi kendala dalam penggunaan dana kas masjid karena bendahara dinilai sulit mengeluarkan uang untuk memenuhi kebutuhan pembangunan.
“Awalnya persoalan ini terjadi ketika kami melakukan pembangunan tempat wudu. Bendahara sulit mengeluarkan uang kas untuk kepentingan masjid,” ujar Mat Rodi.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut kemudian membuat sebagian dana yang diperoleh dari kegiatan masjid tidak langsung diserahkan kepada bendahara. Dana tersebut, kata dia, dikelola melalui imam masjid untuk memenuhi kebutuhan dan pembayaran kegiatan masjid.
Mat Rodi menegaskan bahwa penggunaan dana tersebut menurutnya untuk kepentingan masjid dan memiliki rincian penggunaan.
Ia juga membantah adanya tudingan bahwa kas masjid digunakan untuk kepentingan pribadi.
“Saya membantah kalau ada tuduhan uang masjid dipakai oleh saya. Dalam mengelola masjid, yang saya utamakan adalah ibadah, bukan korupsi,” tegasnya.28/09/2026
Adapaun tempat wudu dan WC yang dibangun telah di fungsikan dan jamaahpun merasa senang dan terkait pemilihan dia mengaku menerima hasil pemilihan ulang dan legowo setelah dirinya tidak kembali dipercaya sebagai ketua.
Ia berharap pergantian kepengurusan tidak menimbulkan prasangka maupun tudingan yang tidak didukung bukti.
“Saya legowo dengan hasil pemilihan. Saya hanya berharap jangan ada lagi sangkaan seolah-olah saya tidak menerima atau ada isu penggelapan,” katanya.
Sementara itu, Bendahara Masjid Siti Umi Hasanah, Riadi memberikan penjelasan berbeda mengenai alasan dilakukannya pemilihan ulang.
Saat dikonfirmasi, ia menyebut persoalan salah satunya berkaitan dengan transparansi pengelolaan dana masjid yang diperoleh selama kurang lebih enam bulan.
Menurutnya, terdapat dana yang disebut belum disetorkan kepada bendahara sehingga tidak tercatat dalam pengelolaan kas sebagaimana mestinya.
“Diadakannya pemilihan ulang ketua karena tidak ada transparansi masalah dana yang didapat selama enam bulan dan tidak disetorkan,” ujar Riadi
Pernyataan tersebut menjadi salah satu pokok persoalan yang perlu diklarifikasi lebih lanjut oleh seluruh pihak, terutama mengenai jumlah dana, sumber penerimaan, penggunaannya, serta bukti pencatatan dan pengeluaran
.
Pemdes Sebut Sudah Dua Kali Mediasi
Kepala Desa Pulau Panggung, Maman Bagus Purba, membenarkan telah dilakukan pemilihan ulang kepengurusan Masjid Siti Umi Hasanah.
Menurut Maman, langkah tersebut dilakukan setelah kepengurusan sebelumnya dinilai tidak lagi berjalan secara sinkron dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing.
“Memang terjadi pemilihan ulang karena kepengurusan masjid sebelumnya tidak sinkron atau tidak berjalan sesuai tupoksi masing-masing,” jelas Maman.
Ia mengatakan, pemerintah desa sebelumnya telah berupaya memediasi persoalan tersebut.
“Kami sudah dua kali melakukan mediasi terhadap pengurus,” ujarnya.
Terkait mekanisme pemilihan kepengurusan baru, Maman menyebut proses dilakukan melalui voting dengan melibatkan jamaah Masjid Siti Umi Hasanah.
“Untuk prosedur pengangkatan, sudah dilakukan sesuai mekanisme voting dengan menghadirkan jamaah dari masjid sendiri,” jelasnya.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, persoalan internal tersebut diharapkan tidak berlarut-larut. Pengelolaan dana masjid juga diharapkan dilakukan secara terbuka, tertib administrasi dan dapat dipertanggungjawabkan kepada jamaah.
Terlebih, adanya perbedaan keterangan mengenai pengelolaan dana selama enam bulan membuat transparansi laporan keuangan menjadi penting agar tidak berkembang menjadi prasangka maupun tudingan di tengah masyarakat.(Lilis/Karmin)




