SPMB SMP Negeri 46 Pekanbaru Berjalan Lancar, 339 Pendaftar Berebut 220 Kursi

kharismanusantara| Pekanbaru – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMP Negeri 46 Pekanbaru berlangsung lancar dan sesuai petunjuk teknis (juknis). Antusiasme masyarakat cukup tinggi, terbukti dengan 339 calon peserta didik yang mendaftar untuk memperebutkan 220 kursi yang tersedia.
Kepala SMP Negeri 46 Pekanbaru, Dr. H. Kazwaini Munir, M.Ag., menyampaikan rasa syukur karena seluruh tahapan SPMB dapat diselesaikan dengan baik berkat kerja sama panitia, orang tua, dan seluruh pihak terkait.
“Alhamdulillah pelaksanaan SPMB SMP Negeri 46 Pekanbaru selesai sesuai juknis dengan baik dan lancar,” ujarnya.
Pada tahun ajaran 2026/2027, sekolah menyediakan kuota sebanyak 220 peserta didik baru. Hingga penutupan pendaftaran, jumlah pendaftar mencapai 339 orang, menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya di SMP Negeri 46 Pekanbaru.
Selama proses penerimaan, panitia juga menghadapi sejumlah kendala administrasi, seperti persoalan Kartu Keluarga (KK), mutasi, serta jalur afirmasi. Namun, seluruh permasalahan tersebut diupayakan penyelesaiannya melalui pendampingan dan komunikasi intensif dengan para orang tua.
“Apapun yang terjadi di lapangan, kami menyampaikan informasi kepada orang tua. Jika ada kendala seperti KK bermasalah, mutasi maupun afirmasi, kami berupaya memberikan arahan terbaik agar anak tetap dapat bersekolah. Apabila masih ada permasalahan, tentu kami komunikasikan sebagai pelaksana SPMB agar mendapatkan solusi terbaik,” jelas Kazwaini.
Ia menegaskan bahwa komunikasi yang baik antara sekolah dan orang tua menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan selama proses penerimaan peserta didik baru berlangsung.
Di akhir keterangannya, Kazwaini mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung pelaksanaan SPMB yang tertib, transparan, dan sesuai aturan. Ia juga memberikan motivasi kepada peserta didik yang telah dinyatakan lolos seleksi.
“Jadilah pelajar yang terbaik, karena untuk masuk ke sekolah ini bukanlah hal yang mudah, tetapi melalui proses yang panjang.
Kami juga berharap orang tua menjadikan sekolah sebagai batu loncatan agar anak-anak menjadi pribadi yang hebat, berkarakter, dan memiliki masa depan yang lebih cerah,” tutupnya. (Linda)




