Laporan Masuk ke Polsek Kemuning, Warga Sekayan Minta Polisi Tangkap Rosmeli dan Gerombolan Preman
Peristiwa

Kharismanusantara.com,INHIL – Kasus dugaan pengeroyokan dan perusakan yang terjadi di Desa Sekayan, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) masih menyisakan trauma bagi korban dan masyarakat setempat.
Meski laporan resmi telah dibuat di Polsek Kemuning, warga menyebut hingga kini terduga pelaku bernama Rosmeli bersama gerombolannya masih bebas berkeliaran. Kondisi tersebut menimbulkan rasa takut dan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Salah satu saksi berinisial F.S mengatakan warga merasa tidak mendapatkan kepastian hukum setelah melaporkan kejadian tersebut.
“Ini sangat tidak adil. Kami sudah membuat laporan polisi, tetapi pelaku masih bebas. Apa gunanya kami melapor jika tidak ada tindakan?” ujar F.S kepada media.
Menurutnya, warga Desa Sekayan berharap aparat kepolisian segera mengambil langkah tegas dengan menangkap Rosmeli dan kelompoknya yang diduga melakukan tindakan kekerasan dan perusakan.
“Kami minta keadilan. Rosmeli dan gerombolannya harus diproses sesuai hukum. Kami tidak ingin ada lagi intimidasi terhadap masyarakat,” tegasnya.
Warga Mengaku Terancam
F.S menyebut masyarakat saat ini merasa tidak aman untuk beraktivitas karena para terduga pelaku masih berada di sekitar wilayah desa.
“Lindungi kami Pak Kapolsek. Nyawa kami terancam dan kami tidak nyaman bekerja karena mereka masih bebas,” katanya.
Warga juga meminta Kapolres Indragiri Hilir dan Kapolda Riau turun tangan untuk memastikan kasus tersebut diproses secara adil dan transparan.
Ada Rekaman Video dan Barang Bukti
Menurut keterangan saksi, kejadian tersebut terekam dalam video yang kini beredar di media sosial. Selain itu, korban juga telah melakukan visum dan menyerahkan sejumlah barang bukti kepada pihak kepolisian.
Dalam video yang beredar, terlihat sekelompok orang diduga melakukan intimidasi serta kekerasan fisik terhadap warga.
Ironisnya, kata F.S, kelompok tersebut juga mengaku sebagai petugas negara, namun tanpa didampingi aparat resmi.
“Kepala desa dan camat juga tidak hadir bersama mereka. Bahkan diduga pihak pemerintah desa tidak mengetahui kedatangan kelompok tersebut,” jelasnya.
Di akhir keterangannya, F.S dan sejumlah warga berharap Kapolsek Kemuning dapat bersikap netral serta memberikan perlindungan kepada masyarakat.
“Kami hanya ingin hukum ditegakkan. Tidak ada yang kebal hukum di negara ini. Tolong tangkap gerombolan preman itu,” tutupnya.
Sumber: F.S (Saksi Kejadian)




